The Uncensored






         The Truth To Be Told

September 30, 2006

Virgin..? penting gak sih…?

Filed under: Uncategorized — lordfrans @ 12:19 am

“Haree…Geenee…ada cewek Virgin…(hua..ha…ha…ha.)” itulah yg sering gw dengar dari mulut sohib2 gw sesama lelaki…”bisa sih..coba lo liat di SD sebelah..disitu loe bisa ketemu si Virgin (hua..ha..ha..)” yaah..semakin lama gw mempertahankan idealisme gw..semakin habis gw di bantai dengan ejekan….Mencari jarum di dalam tumpukan jerami..? You’re just waste your time…Ya inilah masalah yang tak jarang menghantui kita pada saat memilih pasangan..Kadang gw berpikir..Seburuk itukah wanita2 di Indonesia..? Semakin cantik fisik mereka semakin kecil kemungkinan mereka masih perawan..Bukan lagi orang dewasa, remaja sperti SMU bahkan SMP sudah terbiasa dengan sex bebas…Aah..itu biasa, sudah bukan rahasia umum, bahkan PSK ABG sudah menjamur bak kacang goreng……………………
Yang miskin kehilangan virgin untuk makan, yang kaya kehilangan virgin untuk kepuasan, yang menengah…? cuma ingin tau “rasanya.” Mulai dari sekedar coba-coba..sampai dengan menjadi hobi….Dari lugu sampai mahir..Tak peduli anak Jendral, bahkan putri dari agamawan yang fanatik tak karuan pun tak luput dari masalah yang satu ini…Yang biasa ditinggal orang tua kerja,.. “bermain” begitu leluasa, yang selalu di karantina dirumah begitu “ganas” saat diluar…Ya..siapapun dan apapun latar belakang keluarganya tidak dapat menjamin bisa atau tidaknya wanita menjaga “keperawanannya”….sebelum menikah….Jadi sebenarnya..seberapa pentingnya kah arti keperawanan…?
Tentunya jawaban dari pertanyaan ini..akan berbeda - beda..setiap orang punya pendapat sendiri dan itu perlu dihargai…Menurut gw keperawanan bukanlah masalah fisik semata..tapi lebih kepada “pandangan” atau “perasaan” si “unvirgin” ataupun yang merasa memilikinya..orang tua maupun kekasihnya..
Secara fisik kita tidak dapat membedakan mana perawan atau tidak..paling-paling orang hanya bisa menerka yang belum tentu benar. Namun bukan robek atau tidaknya selaput dara, bukan berdarah atau tidaknya waktu “bermain”, longgar atau sempitnya bibir vagina yang menjadi masalah (ehmm..sory kalo agak vulgar)…..Lalu apa dong..? menurut gw..yang menjadi masalah adalah..dengan siapa saja wanita ini pernah berhubungan sex sebelumnya…? Ya..itu lah yang menjadi pikiran seseorang saat memikirkan masalah “virgin” terhadap kekasihnya…”dengan siapa saja dia pernah bermain..?”, “sudah berapa kali dia melakukan itu..?”, “sejak kapan..?”..itulah kira2 yang terbesit pada pikiran orang saat memikirkan “keperawanan” kekasihnya..(tentu saja dalam kondisi dia sendiri belum pernah menyentuh kekasihnya..).
Tentunya masalah ini bukan perkara mudah..karena menyangkut perasaan seseorang..tapi bagaimana pendapat wanita itu sendiri tentang keperawanan..Sebagian menganggap itu penting, sehingga harus dipertahankan hingga menikah..tapi masalahnya dari 100 orang yang menjawab begitu..mungkin hanya 10 org yang masih perawan..(ha..ha..ha..biasa jaga gengsi)..tapi ada juga yang bilang..”yang pentingkan hatinya, bukan perawannya.”, atau yang lebih extreme lg bilang “gw ga perawan, SO WHAT GITU LOCH….”
Tapi walau bagaimanapun kita harus melihat alasan dibalik ketidak perawanan mereka..mungkin ada yang “dikerjain” secara tidak sadar oleh matan pacar mereka (he..he..bajingan tuh cowok), atau ada yang merasa saking sayangnya dengan sang kekasih..maka “apapun” diberikan(buat lo..apa sih yang ngga..?), bisa juga memang karena doyan..(hypersex maksud gw..), mungkin yang paling menyedihkan adalah yang ga “perawan” karena materi..(ga harus PSK lho..yang begitu).. ya..kl buat keluarga atau bertahan hidup mungkin bisa di maklumi, walaupun tidak bisa dibenarkan..tapi bagaimana yang demi mobil mewah, perhiasan, harta berlimpah, HP terbaru..atau apapun “yg penting gw kaya”..(ya..gw ga mo menghakimi orang, tapi coba jawab sendiri deh..mana Pelacur yang sebenarnya), biar gimanapun itu pilihan hidup mereka yang ga boleh kita ganggu gugat..masalah dosa itu urusan mereka sama Tuhan..OK..gw rasa ga perlu dibahas, sebab gw sendiri bukan orang tanpa dosa..
Rasanya kalau ini semua dibebankan kepada wanita rasanya tidak adil, bagaimana dengan pria yang tak perjaka..ya..pria memang makhluk yang sangat egois..Yang jelas-jelas Playboy..pengennya dapet perawan..udah nidurin banyak cewek, akhirnya nikah dengan perawan nan cantik pula(sirik jg kan gw..yang dapet jarum dalam jerami.. ternyata yang model kaya bgitu), giliran yang masih perjaka..dapet cewe yang udah tidur dengan bermacam - macam pria…..aah itu mah ga usah dipikirin..Tuhan udah nentuin jodoh masing2 orang…Tapi dalam hati gw bertanya “ini yang rugi cowonya atau cewenya..?” sama2 udah ga virgin..Yang cewe kadang merasa resah..(ngga juga sih ya..kadang yang ngerasa dirinya cakep..PD aja tuh biar udah ga perawan..buktinya artis2 cewe yang cakep2.. banyak yang berani cerai..hua.ha..ha..just kidding). Back to topic..Yang kl gw pikir kadang para pria yang merasa untung sudah bisa meniduri wanita, lalu gimana perasaan wanita yang sudah berhasil “bercinta” dengan para pria..merasa untung ga ya..? (he..he..he..sama2 enak kali ye..)
Btw..keperawanan memang ga bisa dijadikan patokan buat menilai para wanita..Setiap manusia tak ada yang pernah luput dari kesalahan..sama saja dengan rokok..wanita yang pernah merokok..sekalipun ia berhenti tetap saja ia pernah merokok..Wanita yang tidak perawanpun demikian..sayangnya waktu ga bisa mundur..sekalipun hanya sedetik…..
Memang bukan hal yang mudah untuk para pria (terutama yang masih perjaka) untuk menerima pasangan yang sudah tidak perawan…tapi jika CINTA sudah berbicara..harusnya keperawanan bukanlah masalah…berbicara memang lebih mudah dibandingkan prakteknya..Gw hanya bisa mengacungi jempol dan salut terhadap para pria perjaka yang mau menerima pasangannya “apa adanya”, harus gw akui..pria seperti itu sangat sulit ditemui..1 banding 1000 mungkin..Gw berharap suatu saat bisa menjadi salah satu dari mereka…..Godaan dalam gidup memang akan selalu ada, sampai hidup kita berakhir…
Mungkin ada beberapa pilihan hidup bagi para pria menyangkut “keperawanan”:
1. Jadi Perjaka dapat Perawan
2. Jadi Perjaka dapat bukan Perawan
3. Ngga Perjaka dapat Perawan
4. Ngga Perjaka dapat Ngga Perawan
Gw rasa akan banyak pria yg memilih no 3..(he..he..he..betapa egoisnya mereka) dan anti terhadap no 2(rugi bandaar..)..atau ada pilihan terakhir..mati sebagai perjaka atau tidak perjaka…inilah yang kadang ada dibenak pria..”dibanding keburu mati sebelum nyobain..”. Tapi ya..itu semua gw kembalikan pada pilihan hidup masing2 orang..
Bagi para wanita yang masih perawan..jangan menganggap rendah wanita yang udah “jebol”..lebih baik jaga diri..kalau bisa jaga sampai menikah..atau setidaknya jangan “bersetubuh” lebih dari satu orang, kalau ga tahan juga ya..suruh pasangannya pakai “pengaman” lah..Kl ga mau juga ya..berdoa aja biar ga kena penyakit…Kl udah kena..ya berdoa aja biar bisa sembuh..Ga sembuh juga..? Silahkan hub Tuhan YME untuk mohon ampun atas dosa2nya deh..(he..he..he..)
Untuk wanita yang sudah tidak perawan (yang belum nikah ya..), jangan terlalu bangga kalau dirinya laku, jangan terlalu murung juga karena menyesal, tapi jangan juga sok merasa ga berdosa..apa lg ngatain orang lain(munafik tuh namanya)..jangan minder juga kalo ketemu yang masih perjaka (minder..? Biasa aja kalee..)..Sebab yang penting bukan keperawanan fisik aja…ya..hati..ketulusan dan kesetiaan kalian terhadap pasangan, serta pengorbanan kalian untuk pasangan..gw rasa akan menutup masalah “keperawaan” kalian…
“Dari pada dapat Perawan yang tidak mencitai kita, lebih baik bukan perawan yang dengan tulus mencintai kita”, tapi emang lebih enak kalo dapet yang perawan and benar2 mencintai kita..(hue..he..he..). Udah ga perawan..ga setia lg..suruh ke laut aja d…..Jadi..intinya..PERAWAN..? PENTING GA SIH..? Semua jawaban tersebut silahkan kalian jawab dalam hidup kalian..
Don’t Forget..YOUR LIFE IS YOUR RESPONSIBILITIES..Whatever people said..just believe LOVE WILL DESTROY THE WORST THING….JUST LIKE GOD FORGIVE YOU FROM YOUR SIN..
Tapi sekali lagi gw mohon maaf kalo ada yang membaca dan tersinggung..ini hanya pendapat gw saja berdasarkan pengalaman hidup beberapa orang..termasuk gw..boleh terima..boleh tidak..asal jangan rusuh..

September 16, 2006

Learn Good From The Bad

Filed under: Uncategorized — lordfrans @ 12:46 am

23 tahun lebih sudah gw hidup, semakin waktu berjalan semakin bertambah pengalaman. There are so many people I’d been talked, I’d knew..mereka sangat beragam dengan kepribadian, ras, agama, latar belakang dan tentunya pengalaman mereka yang berbeda, semakin menambah perbendaharaan pengetahuan gw tentang hidup. Dunia hitam dan putih hidup berdampingan dengan gw..di tambah dengan Dunia Lain. Semakin gw mencari kebenaran, semakin gw temukan kebusukan, kemunafikan, YA bisa menjadi TIDAK, dan BENAR bisa menjadi SALAH, begitu juga sebaliknya. “Mutiara” yang kelihatatan baik ternyata tidak lebih dari setumpuk sampah yang merasa lebih bersih dari tumpukan sampah lain, sedangkan yang dianggap “Sampah” ternyata jauh lebih berguna dari pada “Mutiara” yang kelihatan berkilau.
Sebenarnya apa isi dunia ini?…Perang dimana-mana, kecaman dan kritik menyebar bak polusi yang mengotori pikiran orang banyak, yang kotor merasa bersih, sehingga merasa pantas menyapu semua sisi yang kotor, dan yang menjadi fakta paling menyedihkan adalah bahwa tak sedikit orang-orang yang demikian kebanyakan orang yang justru rajin beribadah. Sory..gw ga bermaksud merendahkan atau mengecap bahwa orang2 yang rajin beribadah adalah orang yang demikian. Tapi dari beberapa orang yang gw kenal atau gw pernah temui, bisa gw bilang hampir 70% begitu…Sekali lagi maaf gw ga bermaksud menjelekkan mereka yang telah gw kenal, tapi itu adalah fakta yang gw temukan dalam pengalaman hidup gw..Tapi secara pribadi gw ga mengelak bahwa diri gw sendiri pun kadang sering menjelekkan orang lain atau mungkin menganggap remeh orang2 yang demikian..Intinya gw cuma mau bilang bahwa orang - orang begitu sudah banyak ditemukan dalam hidup ini..
Namun bukan masalah banyak atau tidaknya, melainkan bagaimana kita sebagai manusia setidaknya harus belajar dari pengalaman hidup orang lain, entah itu pengalaman buruk atau baik, bukan mengahakimi mereka seolah kita adalah Tuhan…
Sebelumnya saya mohon ampun kepada Tuhan dan maaf bagi yang sempat membaca….Gw bukan ingin mendikte orang lain..tapi ini hanya pengalaman gw yang tidak bisa dijadikan patokan untuk orang lain..
Gw kenal beberapa orang yang rajin sembahyang..baik itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dsb. Gw jg kenal dengan orang2 yang jarang sembahyang, pemabuk, pecandu, pelacur, preman dan macam - macam kejahatan yang pernah mereka lakukan, baik yang sudah tobat maupun belum…Jika dilihat sepintas gw rasa, banyak orang akan menilai bahwa orang2 yang rajin sembahyang tersebut adalah orang yang “baik” dan mereka para pemakai, pecandu dsb..adalah “sampah” yang tak boleh didekati..karena akan membawa kita pun menjadi salah satu “sampah” seperti mereka..Namun apakah anda percaya bahwa kita tidak bisa mengambil sedikit pun dari mereka yang dianggap “sampah”..?
Gw pernah mendengar dari mereka yang “saleh” mengatakan..”rajinlah ke Gereja dosa mu sudah banyak”, atau “sholatlah sebelum engakau d sholati org lain..Gw rasa ucapan mereka itu tidak salah..lalu masalahnya apa..? Gw bisa mengambil contoh baik dari mereka..yaitu “rajin sembahyang”..lalu contoh lainnya..? Mungkin gw bsa sedikit bercerita..
Ketika mereka orang2 yang saleh melihat pelacur mereka berkata..”hiih pelacur, najis..mereka itu cuma perempuan murahan”, “orang jarang sembahyang kaya gitu paling matinya ga jauh dari neraka”, “iih..kerja cuma pegawai negeri kok bisa kaya..paling korupsi tuh..” dan banyak lagi perkataan2 lain yang bernada menghakimi…OK..mereka boleh berkata begitu, tapi apa mereka pernah memikirkan..kenapa orang tsb bisa begitu..? Apa yang bisa gw lakukan utk membantu mereka..? Hampir seluruh dari mereka tidak ada yang mempedulikan, mereka terlalu sibuk dengan urusan pribadinya masing-masing sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan kenapa itu terjadi..JIKA SALAH..MAKA YA PATUT DISALAHKAN..tanpa memberi solusi..
Orang2 “saleh” itu merasa hidupnya sudah benar dan berada di jalan Tuhan..Kadang hati gw bertany..KENAPA..? KENAPA MEREKA YANG GW LIHAT SALEH..MERASA DIRINYA ADALAH YANG PALING BENAR..? Mereka mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi kenapa lebih sering tunduk kpada HARTA, Mengaku berjalan di jalan Tuhan, tetapi mengapa tega melihat orang lain MENDERITA. Yang menyedihkan orang2 seperti mereka yakin dirinya pantas masuk SURGA..? Tidak takut mereka mencaci, menghardik, menghakimi orang lain dengan nama TUHAN..siapakah mereka..? Maling teriak Maling……
Orang2 yang dianggap sampah oleh orang lain..justru takut mendengar nama TUHAN..mereka merasa tidak pantas menyebut namaNya, mereka merasa dirinya kotor, kadang orang tidak mengerti kenapa mereka berbuat demikian..orang2 ini tahu bahwa dirinya bersalah dan hanya PENDOSA yang tak pantas menjadi hamba Tuhan Yang Maha Esa..mereka tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain…tapi mereka percaya..TUHAN sayang kepada mereka…ketika terbentur dan memanggil nama Tuhannya..mereka hanya bisa menangis menyesali dosanya..
Manakah yang lebih baik..? Anda bisa menilai sendiri…Tapi sekali lagi gw mohon maaf bagi mereka yang “rajin sembahyang”..tolong jangan berhenti untuk rajin beribadah..tapi jangan lupa juga bahwa kita adalah manusia yang masih penuh dengan dosa..kita tidak pantas untuk mengakimi orang lain…BIAR TUHAN YANG MENGADILI MEREKA, KARENA TUHAN MAHA MENGETAHUI APA YANG DIBUTUHKAN HAMBANYA…………